Cintya Persusuan Di Balik Tahta

Đang tải thông tin quảng bá...

Cintya Persusuan Di Balik Tahta

GoodNovel Hoàn thành

Aku adalah selir yang paling dimanja di istana. Karena memiliki tubuh yang istimewa, air susuku berbeda dari orang biasa. Kaisar dan sahabatnya, Pangeran Surowi selalu menghabiskan malam di kamarku. N...

Chương (1)

第1章

Aku adalah selir yang paling dimanja di istana. Karena memiliki tubuh yang istimewa, air susuku berbeda dari orang biasa. Kaisar dan sahabatnya, Pangeran Surowi selalu menghabiskan malam di kamarku. Namun mereka malah punya ide gila! Berbagi aku diantara mereka!! Jari-jari panjang Pangeran Surowi perlahan mengikuti lekuk tubuhku ke bawah ... "Selir Rona, maukah kamu melayani kamu? Kalau bersedia, aku akan memberimu status." Tubuhku gemetar dan langsung merapatkan kedua kakiku. "Kaisar, jangan ... hamba hanyalah seorang budak biasa, tak pantas menerima kehormatan sebesar itu." Kaisar tersenyum tipis sambil memainkan jemarinya ... Bab 1 "Sss~" Sakit sekali, dadaku mulai terasa penuh lagi. Goncangan kereta yang terus bergerak membuat rasa sakit itu semakin parah dan aku merasa susu ini hampir meluap keluar. Aku memegang dadaku sambil mengerutkan kening. "Mbah, bisakah lebih cepat?" …… Saat tiba di depan pintu kamar tidur kaisar, rasa hangat menyebar di dadaku. Para pelayan di dalam sudah disuruh pergi menjauh. Aku berdiri di tempat dengan perasaan canggung dan tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba, seseorang muncul di belakangku, melingkarkan lengannya dan menggendongku. Aroma khas dupa yang faimiliar tercium di hidungku. "Rona~ kamu nakal sekali, ya. Kamu berencana menemaniku berapa lama malam ini?" "Ka ... kaisar, hamba tahu salah." "Oh? Benarkah? Kalau begitu, izinkan aku melihat seberapa banyak yang kamu punya." Usai bicara, dia mendekatkan wajahnya, menatap tajam dadaku dengan tatapan penuh gairah. "Kamu harum sekali." Dia kemudian merobek bajuku. Belum sempat aku bereaksi, kepalanya sudah bersandar ke dadaku. "Aaa! Ka ... kaisar ... " Rasa penuh di dadaku akhirnya terlepas. Reflek, aku menahan kepalanya dengan kedua tanganku. Gelombang kenikmatan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku menggigit bibirku erat-erat, takut suara memalukan keluar dari mulutku. Cairan hangat mengalir di dalam tubuhku, sementara di depanku dia tampaknya masih belum puas, memelukku lebih erat dan semakin bersemangat. Setelah waktu yang cukup lama, dia mengangkat kepalanya dengan mata memerah dan berkata, "Rona, kamu benar-benar lezat seperti biasanya." "Selama kaisar suka, hamba ikut senang." Dia membersihkan sisa cairan di sudut bibirnya dengan jari, lalu menyodorkannya ke mulutku. Rasa manis mengalir di lidahku. Aku membuka mata lebar-lebar, susu ini ternyata sangat lezat. Harus diakui, aku belum pernah mencicipi sesuatu yang selezat ini. Kaisar tampaknya sangat puas dengan ekspresiku. Dia mencubit daguku, memutar jarinya di dalam mulutku. "Rona, bagaimana rasanya? Enak, bukan? Kamu benar-benar pelayan susu yang sempurna." "Pengawal! Antar Rona kembali dan panggil permaisuri kemari!" Setiap malam, kaisar selalu seperti ini. Setelah memuaskan keinginannya, dia mengirimku kembali tanpa bertindah lebih. Saat kembali ke kamarku, aku mandi dan langsung berbaring lelah di ranjang. Di kamar sebelah, Tri melemparkan bantalnya ke ranjang dengan keras. "Rona! Dasar penggoda! Sejak ada kamu, kaisar nggak pernah memanggil kami lagi!" "Tri, jangan bicara begitu. Kaisar suka siapa itu urusan kaisar. Memangnya kamu bisa mengendalikannya? Lebih baik perhatikan dirimu dan cobalah merebut kembali perhatian kaisar." Aku menatap Ratna dengan tatapan terima kasih. Karena sangat lelah, aku pun memejamkan marah di atas ranjang. Ini adalah bulan keduaku sebagai pelayan susu di istana. Sebelumnya, Tri adalah yang paling disayang di rumah susu. Kudengar susu miliknya memiliki aroma yang segar dan rasanya nikmat. Tapi, sejak kedatanganku, kaisar tidak pernah memanggilnya lagi. Aku bisa memahami mengapa dia kesal padaku. Lagipula, semakin sering dipanggil, semakin banyak uang yang bisa didapatkan. Namun, aku tidak berniat mengalah padanya. Aku menggenggam selimut tipis erat-erat. Ayahku sedang sakit keras dan sangat membutuhkan uang. Bab 2 Kudengar beberapa tahun lalu, seorang tabib pengembara datang ke istana dan memberikan resep rahasia kepada tabib kerajaan. Resep itu melibatkan seorang gadis yang dijadikan wadah obat, sementara ramuan rahasia menjadi bahan utamanya. Setelah meminum ramuan tersebut, gadis itu mampu menghasilkan air susu yang luar biasa. Inilah yang disebut pelayan susu. Setiap pelayan susu memiliki tubuh yang berbeda, sehingga rasa susu yang dihasilkan juga bervariasi. Namun, manfaat susu itu selalu sama, mampu memperkuat tubuh, memperpanjang umur dan terutama meningkatkan stamina di ranjang. Bahkan bagi mereka yang lemah, cukup minum susu ini selama satu bulan, bisa kembali prima, hingga mampu membuat pasangan kewalahan. Proses seleksi untuk menjadi pelayan susu sangat ketat. Banyak ujian yang harus dilalui untuk bisa lolos seleksi awal, tapi ini baru langkah pertama. Setelah terpilih, masih harus menjalani ritual rendam jemur selama enam hari, melakukan perendaman ramuan khusus selama enam jam setiap malamnya. Keesokan harinya, mereka akan dijemur di bawah matahari selama enam jam lagi. Proses ini diulang selama sembilan hari berturut-turut sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap berikutnya adalah mandi uap herbal. Tujuh gadis dimasukkan ke dalam ruangan seperti kukusan dan mereka harus bertahan selama enam jam. Jika ada yang tidak kuat, mereka akan langsung dieliminasi dan dipulangkan. Satu hal yang paling penting, setiap hari harus meminum ramuan rahasia layaknya meminum air putih. Resepnya dirancang khusus oleh tabib pengembara tadi dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing gadis. Setelah melalui proses ini, barulah hampir sepenuhnya menjadi pelayan susu. Namun, masih ada ujian terakhir, percobaan susu. Para inang menggunakan teknik pijit khusus untuk mengeluarkan susu dari tubuh kami. Pada awalnya, cairan yang keluar bening dan tidak berasa, mirip seperti air putih. Setelah dipijat beberapa saat, cairan putih susu mulai menyembur. Susu yang dianggap baik adalah yang rasanya manis dan tidak berbau amis. Jika ada sedikit bau amis, itu dianggap gagal, karena manfaatnya akan berkurang drastis. Susu seperti ini biasanya hanya diberikan sebagai hadiah kepada pejabat tinggi kerajaan. Hanya sedikit gadis yang akhirnya berhasil menjadi pelayan susu. Ditambah dengan diriku, total ada lima orang pelayan susu di rumah susu ini. Sejak kecil, tubuhku memang berbeda dari yang lain. Saat berusia 12 tahun, payudaraku sudah membesar sebesar wanita yang sedang menyusui. Sejak berumur 14 tahun, terkadang payudaraku mulai mengeluarkan cairan dan penduduk desa juga merasa takjub. "Rona, kamu bahkan belum pernah melahirkan, tapi sudah mengeluarkan susu. Kamu memang ditakdirkan untuk menjadi pelayan susu." Saat itu, ayah sedang sakit parah dan ibu berencana mengirimku ke keluarga kaya untuk menjadi pelayan susu, supaya bisa mendapatkan sedikit uang. Bibi Wena, penduduk desa menghentikan ibu, "Aduh, ibunda Rona, bodoh sekali kamu. Bukannya istana sedang memilih pelayan susu untuk kaisar? Kalau kamu mengirim Rona ke istana, itu bisa jadi kekayaan yang luar biasa! Ibuku sedikit ragu dan menjawab, "Bi Wena, kamu juga tahu seleksi pelayan susu di istana, hanya dipilih yang terbaik dari yang baik, bagaimana mungkin Rona bisa terpilih?" "Coba saja, kalau gagal dia bisa kembali jadi pelayan susu biasa. Ingat nggak sama Bunga dari desa sebelah? Bukannya dia teman baik Rona? Tahun lalu dia juga jadi pelayan susu di istana ... " Kak Bunga adalah teman baikku dan satu-satunya sahabat sejatiku, ternyata dia juga pergi jadi pelayan susu. Aku pun menarik lengan ibu dan bilang bahwa aku bersedia mencoba ikut seleksi. Usia 15 tahun, aku berhasil terpilih jadi pelayan susu di istana. Mungkin karena faktor tubuhku, setelah minum ramuan rahasia, air susuku terasa sangat manis dan lezat, bahkan inang yang memeriksa susu pun bilang belum pernah menemukan susu yang sesedap itu. Namun, setelah menjadi pelayan susu, aku tak pernah bertemu dengan Kak Bunga. Aku penasaran, ke mana dia pergi? Aku bertanya pada semua orang, tapi sebagian besar tidak mengenal dan ada yang diam seribu bahasa. Satu-satunya petunjuk yang kudapat adalah bahwa dia dulu sangat disayang dan menjadi pelayan susu yang paling disukai dua tahun lalu. Setahun yang lalu, kaisar sangat memanjakannya, tetapi setelah itu dia menghilang tanpa jejak. Bab 3 Malam berikutnya, aku kembali diangkut menggunakan kereta menuju kamar tidur sang kaisar. Kali ini, aku tiba lebih awal dan belum ada cairan susu yang keluar. Namun begitu masuk ke dalam kamar tidur, hal pertama yang terlihat adalah gaun sutra merah yang indah, serta bentuk tubuh yang hampir meledak. Aku segera berlutut dan memberi hormat, "Selamat malam, permaisuri." Orang di atas kepalaku tertawa kecil, "Kaisar, apa aku telah mengejutkan pelayan susumu?" "Tentu tidak, mana mungkin Rona begitu mudah terkejut? Ayo berdirilah." Aku perlahan-lahan berdiri dan melirik sejenak, tetapi hanya dengan sekali lirikan, kepalaku langsung terasa berdenyut dan aku segera menundukkan kepala. Kaisar dan selir sedang berbaring di atas ranjang ... dada selir menempel erat dengan dada kaisar. Gaun merah itu sudah menghilang entah ke mana, yang tersisa hanya kain tipis transparan ... "Aaa! Kaisar~menyebalkan sekali~masih ada orang di luar!" Sepertinya kaisar baru sadar ada orang lain, suaranya terdengar serak, "Rona, bisakah kamu menunggu sebentar di luar?" "Baik, kaisar." Aku menghela napas lega dan mundur ke balik tirai. Meskipun aku pernah membaca cerita-cerita, aku tetaplah seorang gadis yang belum banyak pengalaman. Entah mengapa, wajahku mulai terasa panas, tubuhku gelisah, bahkan dadaku terasa lebih membesar dari biasanya. Di dalam kamar, entah apa yang dibakar, aromanya mengelilingi udara panas di sekitarku, seperti masuk ke dalam dandang penuh wewangian, membuat tubuhku berkeringat tipis. Bayangan yang terlihat samar melalui tirai membuat wajahku langsung memerah. "Aaa! Kaisar ... pelan sedikit, aku ... aku sudah nggak sanggup~" Di balik tirai, sang permaisuri terbaring di atas ranjang. Aku ... aku terpaksa melihat adegan mesum sang kaisar. Melihat kejadian di depan mataku, darahku mulai berdesir naik ke kepala, sementara susu di dadaku tak bisa dikendalikan dan mengalir keluar. Rasa lengket dan hangat menempel di dadaku, membuatku merasa kesal. Aku membuka kerah bajuku sedikit agar angin dingin menyapu dadaku. Rasa sakit yang tertekan mulai mereda sedikit. Aku menutup rapat-rapat dan menutupi telingaku, tetapi kata-kata kotor itu tetap terdengar seperti cacing kecil yang merayap ke telingaku, menjalar ke hatiku, sedikit menggigit, membuat seluruh tubuhku gatal. Entah berapa lama berlalu, gerakan di balik tirai pun berhenti. Namun, tanpa perintah dari kaisar, aku tak berani membuka mata. Setelah beberapa saat, masih tidak ada pergerakan. Aku diam-diam membuka mataku dan berhadapan dengan kaisar ... Dia ... dia tidak memakai baju! Aku buru-buru berdiri, tetapi tersandung bangku dan terjatuh. Kerah yang sudah terbuka membuat payudaraku melompat keluar. Susu pun tumpah ke lantai. Kaisar tersenyum dan sedikit membungkuk, "Rona, kamu begitu nggak sabar membiarkanku menikmati air susumu?" "Bu ... bukan begitu." Kaisar tidak menjawab. Dia meraihku dan menarik kerah bajuku yang sudah setengah terbuka. Lalu, dia pun menundukkan kepalanya.